Home » » Penerapan Undak Usuk Bahasa Sunda untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Penerapan Undak Usuk Bahasa Sunda untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Written By Kota Kembang on Senin, 11 Februari 2013 | 23.32

Masih meneruskan tentang bahasan di postingan terdahulu, sekarang kita bisa belajar memantapkan penggunaan naik-turunnya kata dalam bahasa Sunda (undak usuk basa) yang dipakai dalam situasi tertentu.  Memang, salah satu kesulitan seseorang untuk belajar bahasa Sunda adalah tentang penerapan suatu kata dalam konteks percakapan tertentu. Inilah yang membuat orang agak malu untuk berbicara bahasa Sunda. Itu tadi, takut salah. Nah, jika postingan kali ini semoga bisa membantu Anda untuk lebih berani berbicara bahasa Sunda dengan penyesuaian kata dalam konteks tertentu. 

Dalam bahasa Sunda, penggunaan kata memang dibedakan. Misalnya, untuk kata datang yang digunakan pada konteks untuk diri sendiri adalah dongkap. Contoh dalam penggunaan kalimat: "Abdi tos dongkap ti kamari"  (Saya sudah datang dari kemarin). Adapun untuk orang lain kata datang berubah menjadi sumping, contoh dalam penggunaan kalimat: "Bapak Zaénal nembé sumping di Bandung tadi wengi". (Bapak Zaenal baru datang di Bandung tadi malam.). Ini adalah contoh penggunaan kata datang dalam bahasa halus. Sedangkan untuk bahasa loma (bahasa pergaulan/akrab/sedang) tetap digunakan kata datang, misalnya saat Anda bicara dengan teman yang sudah sangat dekat: "Manéh rék datang moal engké ka Gasibu lalajo wayang golék?" (Kamu mau datang enggak nanti ke Gasibu nonton wayang golek?)

Sekarang, mari kita kenali perubahan kata dalam bahasa Sunda untuk diri sendiri dan orang lain. Kata dasar yang digunakan adalah kata yang dipakai dalam tataran bahasa loma/akrab.

1. Hudang = bangun 

a. Bahasa sedang/akrab = hudang
"Geura hudang atuh, geus beurang!"
(Cepat bangun, sudah siang!)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Gugah
"Abdi mah nembé gugah tadi subuh."
(Saya baru bangun tadi subuh.)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Gugah
"Pa, saur Ibu itu tamu téh gugahkeun. Bilih kasiangan ka statsion".
(Pak, kata Ibu itu tamu bangunkan. Takut kesiangan ke stasiun.)

2. Peuting = Malam

a. Bahasa sedang/akrab = Peuting
"Manéh tadi peuting lalajo Barca VS Madrid teu?"
(Kamu tadi malam nonton Barca VS Madrid gak?)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Wengi
"Abdi tadi wengi ngudag bangsat!"
(Saya tadi malam mengejar maling.)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Wengi
"Pa,tadi wengi ningali nu kasurupan teu di pos ronda?"
(Pak, tadi malam lihat yang kesurupan gak di pos ronda?)

3. Kiih = buang air kecil/kencing

a. Bahasa sedang/akrab = Kiih
"Engké waé atuh kiihna di rest area!"
(Nanti saja kencingnya di rest area!)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Kiih
"Aduuuh teu kiat titadi abdi hoyong kiih!"
(Aduuuh tidak kuat dari tadi saya ingin kencing!)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Kahampangan
"Pami Ibu badé kahampangan, mangga di WC umum waé."
(Kalau ibu mau buang air kecil, silakan di WC umum saja.)

Nah, silakan sekarang Anda belajar membuat kalimat sendiri dengan berpatokan pada perubahan kata-kata dasar (bahasa sedang/akrab) yang digunakan untuk diri sendiri atau untuk orang lain.

5. Saméméh = sebelum

a. Bahasa sedang/akrab = Saméméh
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Sateuacan 
c. Bahasa halus untuk orang lain = Sateuacan

6. Dahar = Makan

a. Bahasa sedang/akrab = Dahar
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Neda
c. Bahasa halus untuk orang lain = Tuang

7. Ngadéngékeun = Mendengarkan

a. Bahasa sedang/akrab = Ngadéngékeun
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Ngupingkeun
c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngadangukeun

8. Meuli = Membeli (dari kata dasar beuli)


a. Bahasa sedang/akrab = Beuli
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Mésér
c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngagaleuh

9. Deukeut = Dekat

a. Bahasa sedang/akrab = Deukeut
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Caket
c. Bahasa halus untuk orang lain = Caket

10. Gedé = Besar

a. Bahasa sedang/akrab = Gedé
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Ageung
c. Bahasa halus untuk orang lain = Ageung

11. Itung = Hitung

a. Bahasa sedang/akrab = Itung
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Étang
c. Bahasa halus untuk orang lain = Étang

12. Nginum = Minum

a. Bahasa sedang/akrab = Nginum
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Nginum
c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngaleueut

13. Inget = Ingat

a. Bahasa sedang/akrab = Inget
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Émut
c. Bahasa halus untuk orang lain = Émut

14. Kabéh = Semua

a. Bahasa sedang/akrab = Kabéh
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Sadaya
c. Bahasa halus untuk orang lain = Sadaya

15. Harga = Harga  (untuk harga barang)

a. Bahasa sedang/akrab = Harga
b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Pangaos
c. Bahasa halus untuk orang lain = Pangaos


Baca Artikel Terkait Lainnya:

Share this article :

Informasi Menarik Lainnya

 
Support : About Us | Privacy Policy | Contact Us
| Site Map
Copyright © 2008. Informasi Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger